Tampilkan postingan dengan label tawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tawa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 September 2010

Cita dan Tujuan


Saya ingin memelukmu saat ini..
Saya ingin menciummu saat ini..
Saya ingin melihatmu saat ini..
Saya ingin tertawa bersamamu saat ini..

Namun saya tidak ingin hanya untuk saat ini..
Saat ini, akan segera berubah menjadi waktu lalu..
Saya ingin saat ini terus terjaga hingga masa dimana saat ini akan kembali terucap..
Saya mencintai saat ini..

Bukan untuk saat ini..
Tapi untuk saat ini, dan saat yang akan datang..
Bukan untuk masa kini..
Tapi untuk masa kini, dan masa yang akan datang..

Saya ingin memelukmu di masa yang akan datang..
Saya ingin menciummu di masa yang akan datang..
Saya ingin melihatmu di masa yang akan datang..
Saya ingin tertawa bersamamu di masa yang akan datang..

Masa itu akan datang, untuk saya dan anda..
Masa kini kita berdua adalah cita dan tujuan saya dan anda..
Saya selalu suka mempunyai anda, sebagai tujuan masa depan saya..
Karena anda, saya mempunyai masa yang akan datang..


wardhana
2 September 2010
1.30

"..disaat aku harus jenuh dengan tugas kuliah, aku bersajak untukmu.."

Rabu, 21 April 2010

dua belas jam lagi..


Pagi berteriak..
Mengagetkan..

Teringat beberapa kejadian sebelum pagi ini datang.. Mataku menerawang, aku sendiri..
Seingatku aku tak sendiri..

Aku hanya ingat bahwa diriku ditemani, diriku menemani, tapi kini sendiri..
Tak ada tanda-tanda aku ditemani atau menemani..

Ruang ini tertawa, menertawakan aku yang hanya duduk dan memandang sekeliling..
Bermimpikah aku? Fatamorgana?
Ucap hati tak sampai ke mulutku, hanya tertahan dalam jantung yang degupnya terus berkerjaran..

Tampak cahaya masuk lewat sela-sela jendela itu..
Menyinariku, dan menyadarkan bahwa aku harus bangun..
Ini adalah siang..

Bersembunyi.. hingga malam datang lagi..

Aku hanya dapat hidup, dalam duniaku..
Malam

Tapi seharusnya memang aku tak mencoba melawan waktu..
dua belas jam lagi, mungkin aku dapat merasa lebih baik..

Poncowati
9.47
22 April 2010

"..dan diapun masuk dengan rambut berantakan dan lepeknya..", aku tertawa dalam hati dan mengajaknya bersabar menunggu waktu..

Nucturno


Masih terdiam di sudut tempat itu..
Lalu lalang, bagai lalu lintas manusia..

Tak banyak kata, hanya sebuah novel Remy Ferdinand di pangkuan..
Mata tak beranjak dari susunan huruf-huruf alpabeth yang tersusun rapi membentuk sekumpulan kalimat..
Nafas, berderu.. Tangis menetes..
Membuat aku menjadi hampa diruang raung tempat itu..

Lokomotif itu masuk, memimpin serombongan gerbong marun itu..
Suaranya hampir tak terdengar karena jiwa sedang lepas jauh dari raga.. Masuk ke dalam dunia Remy Ferdinand, dunia khayalnya.. dunia nyataku..

Pintu terbuka dan sosok manusia berada di seberang..
Tak sadar menuntunku masuk..

LUNA! aku mengidentifikasi diriku dengan kain yang menempel di tubuhku..
Masih bersanding bersama namanya, tepat di dada..

Sesosok berdiri tegap dan masuk dengan perlahan, membuatku terdiam sejenak sebelum akhirnya tangga itu menuntunku ke dalam..
Kupilih sebuah ruang kosong..
Sebuah ruang yang akan sesak juka diisi lebih dari 2 jiwa..

Memasuki ruang kosong itu, sambil Remy Ferdinand tersenyum sesuai dengan gambar novel itu..

Kembali masuk ke dalam dunia Remy Ferdinand..
Dan kurasa jiwa lain memperhatikan duniaku..
Mengusik! Usik terusik, gerah mengerah..
Tak biasa dan tak nyaman...

Duniaku terbelah..
Remy Ferdinand memintaku tuk menoleh, sesuai dengan berakhirnya bab dalam tulisanya..

Bulan seperti ingin menunjukkan rupanya saat itu..

Namun tak ingin aku menyalahi takdirku.. Bulan hanya dapat menyinari saat gelap..
Dan terangnya menjadi sia ketika melawan takdir, bahwa matahari yang dapat menyentuh dunia ketika siang datang..
Aku bulan, aku malam..

Dan ku setia pada malam..

Luna dan Nucturno, begitulah Remy Ferdinand memberiku nama..


Kedai 24..
Rabu, 20 April 2010
22.06

prologue




Saya bercerita..
Saya berefleksi..
Saya bermimpi..
Saya beranologi..

dan semuanya dalam kehidupan saya.. Hidup adalah inspirasi, dan saya menghargai orang-orang yang selalu setia ada di kehidupan saya..

Saya tidak berpuisi..
Saya tidak bersajak..
Saya hanya menulis.. Itu saja..